Jenis Bunga Kamboja Angel (Brugmansia) yang Mulai Langka dan Punah, Susah Banget Ditemukan! – Bunga Kamboja Angel atau yang dikenal dengan nama ilmiah Brugmansia adalah salah satu tanaman hias yang memiliki keindahan luar biasa. Bentuk bunganya seperti terompet besar yang menggantung, disertai aroma wangi yang khas terutama di malam hari. Namun, di balik keindahannya, ternyata beberapa jenis Brugmansia kini terancam langka bahkan punah.
Kelangkaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan iklim, kerusakan habitat, hingga minimnya upaya pelestarian. Padahal, bunga ini memiliki nilai estetika dan sejarah yang tinggi, terutama di beberapa budaya di dunia.
Ciri dan Keunikan Bunga Kamboja Angel (Brugmansia)
Sebelum membahas jenis-jenisnya yang langka, kita perlu memahami dulu karakteristik umum dari bunga Brugmansia.
1. Bentuk dan Warna yang Memikat
Bunga Brugmansia berbentuk seperti terompet dengan ukuran panjang mencapai 15–30 cm. Warna bunganya bervariasi mulai dari putih, kuning, oranye, merah muda, hingga oranye kemerahan. Beberapa varietas memiliki warna gradasi yang indah.
Keunikan lain adalah kelopak bunganya yang menggantung ke bawah, memberikan kesan elegan. Di malam hari, bunga ini akan mengeluarkan aroma harum yang cukup kuat untuk menarik penyerbuk alami seperti ngengat malam.
2. Asal dan Habitat Asli
Brugmansia berasal dari daerah tropis Amerika Selatan, terutama di wilayah pegunungan Andes. Mereka tumbuh subur di ketinggian antara 600 hingga 2000 mdpl, dengan suhu sejuk dan kelembapan yang cukup.
Namun, seiring perkembangan zaman, habitat aslinya mulai berkurang akibat pembukaan lahan, pembangunan, dan perubahan pola cuaca.
3. Tanaman Beracun tapi Menawan
Meski indah, hampir semua bagian Brugmansia mengandung alkaloid beracun seperti scopolamine dan atropine. Racun ini berbahaya jika tertelan atau terkena luka terbuka, namun tetap aman jika hanya dinikmati keindahannya.
Jenis Bunga Kamboja Angel (Brugmansia) yang Mulai Langka
Beberapa spesies Brugmansia saat ini telah masuk daftar tanaman terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Berikut beberapa jenis yang sulit ditemukan di alam liar.
1. Brugmansia sanguinea
Jenis ini memiliki bunga berwarna merah cerah atau merah-oranye dengan bagian dalam kuning keemasan. Brugmansia sanguinea biasanya tumbuh di dataran tinggi Andes pada ketinggian lebih dari 1500 mdpl.
Keunikannya adalah bunganya yang tidak beraroma, berbeda dengan spesies Brugmansia lain. Karena habitatnya sangat spesifik dan sulit direplikasi, populasinya semakin menurun.
2. Brugmansia aurea
Brugmansia aurea terkenal dengan bunganya yang berwarna kuning emas cerah. Bunganya panjang dan menggantung anggun, mengeluarkan aroma harum yang kuat di malam hari.
Sayangnya, keberadaan jenis ini semakin jarang ditemukan di alam karena perusakan habitat dan perburuan untuk dijadikan tanaman hias eksklusif.
3. Brugmansia versicolor
Jenis ini terkenal karena ukuran bunganya yang sangat besar, bisa mencapai panjang 30 cm. Warna bunganya biasanya putih, namun bisa berubah menjadi merah muda atau oranye seiring bertambahnya usia bunga.
Kelangkaan Brugmansia versicolor disebabkan oleh rendahnya tingkat regenerasi alami di alam liar.
4. Brugmansia suaveolens
Spesies ini memiliki bunga berwarna putih atau merah muda pucat, dengan aroma wangi yang sangat kuat di malam hari. Brugmansia suaveolens cukup populer di kalangan kolektor tanaman hias, sehingga sering diambil dari alam tanpa upaya reboisasi.
5. Brugmansia arborea
Jenis ini memiliki bunga putih bersih dengan aroma yang lembut. Tumbuh di dataran tinggi Andes, Brugmansia arborea lebih tahan terhadap suhu dingin dibanding jenis lainnya. Namun, perusakan hutan dan perubahan iklim membuatnya semakin jarang ditemukan.
Faktor Penyebab Kelangkaan Brugmansia
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan jenis-jenis Brugmansia mulai langka:
- Perusakan Habitat
Pembukaan lahan untuk pertanian dan pemukiman mengurangi area alami tempat Brugmansia tumbuh. - Perubahan Iklim
Suhu yang tidak stabil dan curah hujan yang tidak menentu memengaruhi proses pertumbuhan dan berbunga. - Pengambilan Berlebihan
Brugmansia sering diambil dari alam untuk dijual sebagai tanaman hias, tanpa upaya pembibitan ulang. - Hama dan Penyakit
Serangan jamur, kutu daun, dan ulat bisa merusak tanaman Brugmansia, terutama jika tidak ada perawatan intensif.
Upaya Pelestarian Bunga Kamboja Angel
Meski terancam, Brugmansia masih bisa diselamatkan melalui beberapa langkah pelestarian:
- Penanaman di Kebun Botani
Beberapa kebun botani di dunia telah melakukan konservasi Brugmansia melalui penanaman di luar habitat aslinya. - Perbanyakan Secara Vegetatif
Brugmansia bisa diperbanyak dari stek batang, sehingga tidak perlu mengambil tanaman dari alam liar. - Edukasi Masyarakat
Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga spesies langka ini sangat diperlukan. - Perlindungan Habitat
Mencegah perusakan hutan dan menjaga kawasan lindung di wilayah asal Brugmansia.
Kesimpulan
Bunga Kamboja Angel atau Brugmansia memang memikat dengan bentuk, warna, dan aroma yang khas. Namun, keindahan ini kini berada di ujung tanduk akibat kelangkaan beberapa jenisnya di alam liar.
Jenis-jenis seperti Brugmansia sanguinea, aurea, versicolor, suaveolens, dan arborea kini semakin sulit ditemukan, terutama karena perusakan habitat, perubahan iklim, dan pengambilan berlebihan tanpa pelestarian.
Upaya pelestarian sangat penting dilakukan, baik melalui pembibitan, penanaman di kebun botani, maupun perlindungan habitat aslinya. Jika tidak, generasi mendatang mungkin hanya bisa melihat keindahan Brugmansia dari foto atau catatan sejarah.