Bagian Beracun Rhubarb dan Cara Menghindarinya – Rhubarb (Rheum rhabarbarum) adalah tanaman yang sering digunakan dalam berbagai resep, terutama di negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Batang rhubarb memiliki rasa asam yang segar, cocok dipadukan dengan gula untuk membuat pai, selai, hingga minuman. Namun, di balik kesegarannya, rhubarb memiliki bagian yang beracun dan tidak boleh dikonsumsi.
Banyak orang awam mengira seluruh bagian rhubarb aman dimakan, padahal faktanya tidak demikian. Jika salah mengolah atau mengonsumsi bagian yang salah, tanaman ini bisa menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan. Artikel ini akan membahas bagian beracun rhubarb, zat berbahaya yang terkandung di dalamnya, serta cara aman mengolah rhubarb agar tetap bisa dinikmati tanpa risiko kesehatan.
Bagian Rhubarb yang Beracun
Tidak semua bagian rhubarb aman untuk dikonsumsi. Daun rhubarb adalah bagian yang beracun dan harus dihindari sepenuhnya. Kandungan berbahaya dalam daun rhubarb berasal dari zat asam oksalat dan glikosida antrakuinon.
- Asam oksalat adalah senyawa alami yang dapat mengikat kalsium dalam tubuh. Jika tertelan dalam jumlah besar, zat ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, kram perut, hingga kerusakan organ dalam.
- Glikosida antrakuinon adalah senyawa lain yang terdapat pada daun rhubarb. Zat ini bisa memicu mual, muntah, dan diare. Pada kasus yang lebih serius, konsumsi daun rhubarb dapat menimbulkan gejala keracunan akut.
Sementara itu, batang rhubarb (stalk) yang berwarna merah muda hingga merah keunguan justru aman untuk dimakan. Inilah bagian yang sering dipakai dalam berbagai resep masakan. Rasa asam segar dari batangnya berasal dari kandungan asam malat dan asam sitrat, bukan asam oksalat berbahaya seperti pada daunnya.
Karena itu, penting bagi siapa pun yang ingin mengolah rhubarb untuk memahami perbedaan antara batang yang aman dan daun yang beracun.
Cara Menghindari Risiko Keracunan Rhubarb
Mengonsumsi rhubarb sebenarnya aman asalkan diolah dengan benar. Berikut beberapa langkah cara menghindari bagian beracun rhubarb agar tetap bisa menikmati kelezatannya:
1. Pisahkan Daun dari Batang dengan Hati-Hati
Saat membeli atau memanen rhubarb, langkah pertama adalah memotong daun dan membuangnya. Jangan sekali-kali mencoba memasak atau mengolah daun rhubarb. Bahkan, daun rhubarb tidak boleh digunakan sebagai pakan ternak karena bisa berbahaya bagi hewan.
2. Jangan Menggunakan Daun sebagai Hiasan atau Bahan Masak
Ada anggapan bahwa daun rhubarb bisa digunakan sebagai garnish atau hiasan masakan. Hal ini sangat tidak disarankan. Meskipun hanya sebagai dekorasi, kontak tidak sengaja dengan makanan bisa berisiko. Lebih aman membuang daun rhubarb segera setelah dipisahkan.
3. Cuci Batang Rhubarb dengan Bersih
Batang rhubarb yang akan digunakan sebaiknya dicuci hingga bersih untuk menghilangkan sisa tanah, kotoran, atau residu pestisida. Meski batangnya aman, mencucinya dengan air mengalir tetap penting untuk menjaga kebersihan.
4. Masak untuk Mengurangi Rasa Asam
Meskipun batang rhubarb bisa dimakan mentah, sebagian besar orang lebih suka mengolahnya terlebih dahulu. Memasak rhubarb dengan cara direbus, dipanggang, atau dijadikan bahan pai dapat mengurangi rasa asam yang tajam. Penambahan gula atau madu juga membantu menyeimbangkan rasa.
5. Simpan Rhubarb dengan Benar
Jika tidak langsung digunakan, batang rhubarb sebaiknya disimpan di dalam kulkas. Bungkus dengan plastik atau kain lembap agar tetap segar. Namun, jangan sekali-kali menyimpan daun rhubarb, karena bisa menimbulkan bahaya jika tanpa sengaja tercampur dengan bahan makanan lain.
6. Pahami Batas Konsumsi
Meski batang rhubarb aman dimakan, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Dalam jumlah sangat besar, bahkan batang rhubarb pun mengandung sedikit oksalat. Walaupun tidak seberbahaya daunnya, tetap lebih bijak untuk mengonsumsi rhubarb dalam porsi wajar.
Kesimpulan
Rhubarb adalah tanaman unik yang memberikan cita rasa segar pada berbagai hidangan, terutama batangnya yang kaya rasa asam alami. Namun, daun rhubarb mengandung racun berupa asam oksalat dan glikosida antrakuinon yang berbahaya jika dikonsumsi.
Untuk menghindari risiko keracunan, pastikan selalu memisahkan daun dari batang, mencuci batang hingga bersih, serta mengolahnya dengan cara yang tepat. Jangan pernah mencoba menggunakan daun rhubarb, baik untuk dimakan maupun sebagai hiasan makanan.
Dengan pengetahuan yang tepat, rhubarb bisa menjadi bahan masakan yang aman sekaligus memberikan variasi rasa baru. Jadi, kuncinya adalah memahami bagian mana yang bisa dimakan dan mana yang harus dihindari. Dengan begitu, Anda bisa menikmati kelezatan rhubarb tanpa khawatir akan bahayanya.